Jaga Kebersamaan di Silaturahmi “Eating Together SCC”

11:28 AM - 26 Apr 2019
Jaga Kebersamaan di Silaturahmi  “Eating Together SCC”


JAKARTA- ”Kehidupan itu sendiri bukan hanya penuh dengan sukacita dan kehangatan dan kenyamanan melainkan juga dengan dukacita dan air mata. Namun, tidak soal kita bahagia atau sedih, kita perlu makan. Orang yang bahagia maupun yang sedih bisa dibuat gembira dengan hidangan yang lezat.”?—Laurie Colwin, penulis asal Amerika.

Sahabat pejuang SCC dimanapun berada, kembali agenda perekatan telah dilangsungkan oleh para pejuang SCC di berbagai wilayah dengan tema rutin “ Down to Earth” dan “ Eating Together”. Dua agenda yang telah berlangsung dalam dua bulan ini menjadi kegiatan yang menjadi bagian penyemangat dan menjaga ruh atas dinamisasi semangat para pejuang SCC.

Sahabat pejuang SCC yang telah melangsungkan Agenda  Down to Earth” dan “ Eating Together” kali ini adalah wilayah Jogjakarta tanggal 23 Maret 2019, Depok (Kukusan) dan Bogor pada 30 Maret 2019.

Momen tersebut diharapkan menjadi bagian perekat dalam menumbuhkan semangat dan sinergi diantara para pejuang diantara riak dan gelombang didalam proses bekerja.

Membangun dan menyatukan emosional dengan hadirnya perbincangan dan kehangatan dalam ikatan satu ikatan keluarga besar SCC. Memahami karakter sesama anggota keluarga dengan jarak yang lebih dekat lagi karena terjadinya interaksi multi arah.

Dalam ajaran Islam, makan bersama itu sangat dianjurkan. Bahkan ini diajarkan langsung oleh Rasulullah SAW. Dalam Hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud;

Seseorang datang menghampiri Rasulullah dan mengadu “Wahai Rasulullah, kami ini setiap kali makan tidak pernah kenyang” Dan Rasulullah berkata “pasti masing-masing dari kamu makan sendiri-sendiri” dia menjawab “ya, benar” Dan Rasulullah berkata “makanlah bersama-sama dan sebutlah nama Allah agar makananmu diberkahi”

Dalam Islam kegiatan makan bersama menjadi momen silaturhami. Dan momen itulah yang akan membawa keberkahan atas makanan yang kita nikmati.

“Eating Together” diharapkan juga menjadi ajang diskusi keluarga besar SCC dan menghadirkan ide serta solusi dari setiap permasalahan.

Begitu banyaknya manfaat makan bersama, artinya momen ini harus menjadi ritual keluarga besar SCC yang tidak boleh ditinggalkan. Kehangatan bersama keluarga akan tercipta dan hubungan antara anggota keluarga pun akan menjadi lebih harmonis.

Selain mencari solusi dari masalah yang hadir, makan bersama pun bisa menjadi momen bertukar pikiran. Para pejuang bisa melempar satu topik obrolan, lalu rekan lain yang menanggapi. Topik yang sedang hangat diperbincangkan publik atau apapun seputar masukan positif .

“Dari perspektif antrologi evolusi, makan bersama memang memiliki tradisi primal yang panjang sebagai semacam perekat sosial. Tampaknya ini terus berlangsung hingga saat ini di tempat kerja,” jelas Kniffin (Peneliti), seperti dikutip situs The Indian Express. (Isk/Togi-MCDC-CC)

 

 

 

Bagikan: