Lepas Sekat Divisi, DTE Sambangi Tiga Titik Aparkost

13:40 PM - 16 May 2019
Lepas Sekat Divisi, DTE Sambangi Tiga Titik Aparkost

 

JAKARTA- Apakabar para Sahabat pejuang SCC, kembali Buletin SCC hadir menyapa. Kabar Kali ini adalah bagian dokumentasi dan catatan dari perjalanan DTE (Down To Earth) tiga wilayah yaitu ; Bogor, Depok serta Jatinangor. Agenda tersebut juga di satukan dengan ET ( Eating Together ) yang sudah menjadi bagian agenda CC. Corporate Culture sebagai fasilitator terus bergerak maksimal menciptakan ruang komunikasi terbaik dan membuka segala sumbatan komunikasi serta berjuang bersama membangun harmonisasi melalui agenda “DTE dan ET” yang merupakan agenda milik bersama para pejuang SCC.

DTE Aparkost Dramaga Bogor

Agenda DTE dan ET kali ini dimulai dari Bogor (25/04/19) yang dihadiri oleh MGMT Aparkost Bogor dan Tim Pembangunan. Tentunya agenda ini memiliki makna lain selain sebagai bagian deteksi “culture” yang sedang terjadi adalah menjadi ajang perekat silaturahmi dengan berkumpul bersama tanpa sekat dan saling bercerita. Nur Rizka Ayuningsih, Direktur Corporate Culture hadir sebagai Fasilitator sekaligus pemateri di Aparkost Bogor.

Kegiatan ini sangat bermanfaat dimana mereka bisa berbagi tentang problematika dan kita harapkan DTE ini menjadi akses “curhat” ke Founder dan BoD. SDM adalah aset bagi perusahaan dan perlu dijaga hubungan emosionalnya dengan baik.

“ Alhamdulillah DTE mendapat Apresiasi dari para pejuang. Hadirnya DTE diharapkan antusias muncul dari bawah “Bottom UP” dan hilangkan kesan adanya “pressure” serta tepis “Top Down”. Kegiatan ini bukan sama sekali kegiatan milik Divisi Corporate Culture (CC) tapi ini adalah kegiatan SCC untuk membangun sinergi yang baik untuk mencapai visi dan misi SCC. CC ditugaskan sebagai fasilitator dan meng-cover kebutuhan dalam hal ini kapasitas pejuang untuk berkualitas” Kata Nur Rizka Ayuningsih di Bogor.

Para pejuang yang hadir sangat antusias bertanya maupun memberi saran serta masukan bagi corporate (SCC).

 “DTE menumbuhkan semangat silaturahmi antar staff yang dikemas secara serius tapi santai. Sesi “sharing”, pemahaman visi misi dan sejarah aparkost bersama BoD jadi momen bagi lintas divisi yang sangat susah waktunya untuk berkumpul dan rekatkan emosi. Inilah uniknya nilai yang dibangun yaitu kekeluargaan, kebersamaan dan ini jadi pembeda dengan perusahaan lain” kata Fajri Hidayat, GM MGMT Aparkost

DTE Pembangunan Depok

Agenda DTE di pembangunan Depok (27/0419) Kembali hadir Nur Rizka Ayuningsih Direktur CC (Fasilitator) dan Andi Taufik Yusuf, CEO SCC (Pemateri). Tim pembangunan Depok dan tim marketing melengkapi peserta dalam kegiatan tersebut.

Sesi DTE di Depok diawali dengan paparan yang dibawakan langsung oleh CEO SCC Andi Taufik Yusuf dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab serta berbagi permasalahan terkini.

Andi Taufik Yusuf membawakan materi DTE dengan lepas santai non formal secara interaktif bersama para pejuang SCC pembangunan DEPOK. Materi permasalahan bangsa yang utama tentang ekonomi menjadi daya tarik peserta DTE. Mulai dari pertanyaan maupun sejarah perkembangan permasalahan ekonomi keuangan dijelaskan dengan analogi-analogi menarik untuk disimak. Sistem ekonomi dan finansial perlu perbaikan karena konsentrasi kekayaan yang dimiliki hanya segelintir orang di Indonesia. Perlu organisasi khusus yang concern dengan perbaikan ekonomi karena dengan latar belakang tidak adanya organisasi yang “concern” akan hal itu di Indonesia ataupun di dunia. Dalam kesempatan ini juga Andi Taufik Yusuf menyampaikan akan diadakannya lomba menulis dengan tema mengapa kita perlu memperjuangkan tentang kecerdasan finansial dan menyediakan aksesnya. Lomba ini berhadiah emas murni, dan tentu bukan karena hadiahnya tetapi pemikiran dan gagasannya yang diharapkan dapat diberikan kawan-kawan pejuang SCC.

Dari diskusi Interaktif bersama kawan-kawan pembangunan Depok banyak meluncur pendapat-pendapat  tentang permasalahan di Indonesia yang paling utama. Gaya hidup konsumtif masih mendominasi di Indonesia. Banyak tokoh Indonesia yang berpengaruh secara politik namun masih kurang yang berpengaruh secara ekonomi. SCC memiliki visi besar untuk merubah bangsa melalui cerdas finansial dan itu semangat yang dipegang hingga mencapai titik tujuan, awalnya membangun Aparkost memiliki dua tujuan, yaitu :

1.       Masyarakat luas bisa memiliki aset dengan harga murah

2.       Menjadikan Aparkost sebagai kampus kedua bagi para mahasiswa penghuni aparkost

Saat ini kita kita masuk pada fase kedua yaitu membangun mental investor termasuk edukasi dan aksesnya.  Akses investasi dengan skema “affordable” dimana semua bisa berinvestasi. Memperluas jangkauan investasi diharapkan para pejuang kedepan menjadi investor bersama masyarakat luas lainnya bisa menikmati skema yang dibuat oleh kita (SCC) yang sudah dimulai dengan edukasi di beberapa daerah seperti Bekasi, Jakarta, Bogor dan Tangerang. Kedepan, teman-teman pejuang SCC akan difasilitasi secara mudah untuk menjadi investor secepatnya. SCC bukan hanya sekedar aparkost karena apa yang kita perjuangkan butuh semangat dan dedikasi besar. Indonesia harus menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Tahun 1945 Indonesia merdeka secara politik namun belum merdeka secara ekonomi dan finansial. Hal inilah yang kita perjuangkan untuk perubahan bangsa. Sekecil apapun yang kawan-kawan lakukan, lakukanlah dengan penuh dedikasi, amanah jika ada kekurangan di SCC bersama-sama kita perbaiki.

Selesai paparan agenda di lanjutkan dengan sesi tanya jawab dan menggali permasalahan yang sedang berkembang di pembangunan Depok dan tim marketing yang juga hadir di kesempatan itu.

DTE Jatinangor

Aparkost Jatinangor tak ketinggalan menariknya dengan agenda DTE yang sudah dilangsungkan di Bogor dan Depok. Awani café, City Edge Jatinangor  jadi ruang pelaksanaan DTE sekaligus nobar (Nonton bareng ) bersama para tim pembangunan, tim MGMT serta tim marketing (30/04/19). Semua tumpah ruah ruah dalam pembicaraan yang hangat dalam agenda yang dibawakan langsung oleh Nur Rizka Ayuningsih. Permasalahan yang sedang berkembang menjadi bahasan topik yang menarik dan satu sama lain merespon. Semua akumulasi problematika dilingkar pembangunan, MGMT maupun pembangunan bahkan tim CC pun berpartisipasi aktif dalam sesi “curhat”.

Sebagai fasilitator, Corporate Culture menampung semua tumpahan rasa maupun permasalahan yang berbasis faktual lapangan. Kunci kali ini adalah membangun kesepahaman dan rekatan komunikasi yang perlu segera dilakukan dan ditingkatkan agar harmonisasi tercipta untuk hasilkan semangat di semua lini divisi.

Semua hasil tumpahan rasa dan permasalahan dari tiga wilayah perjalananan DTE direkap dalam satu resume oleh divisi Corporate Culture untuk disampaikan ke pihak maupun divisi terkait. Sangat dimungkinkan untuk di bahas dalam satu forum yang difasilitasi oleh Corporate Culture salah satunya melalui DTE. (Isk/Togi-MC-CC)   

Bagikan: